Kalimat-kalimat ini Untukmu Sobatku. Izinkan diriku menyampaikan kegundahan hatiku ini kepadamu sobat :
“Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang, MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh”.
“Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan hilang”.
“Hapuslah air matamu dengan berprasangka baik kepada-Nya. Buanglah segala penderitaan dan kesedihanmu dengan mengingat segala nikmat Allah”.
“Padamkan kedengkian dan berprasangka di dadamu dengan memaafkan semua yang pernah berbuat salah kepadamu”.
“Mandi, berwudhu, memakai wangi-wangian dengan teratur, merupakan obat mujarab untuk mengatasi kepenatan dan kesempitan”.
“Mengenalimu 1 kesyukuran, bergurau denganmu 1 kebahagiaan, menyakiti hatimu akan kuelakkan, 1 permintaanku semoga persahabatan kita berkepanjangan”.
“Secebis kasih membuat kita saying, secubit mesra menambahkan rasa cinta, secangkir janji membuat kita percaya, sedikit dusta membuat kita terluka, namun sekeping ukhuwah selamanya akan terasa”.
“Semanis pertemuan, seindah kenangan, semaian kasih, tuaian ukhuwah, memori abadi sepanjang zaman”.
“Tiada KEIKHLASAN tanpa KEJUJURAN, tiada KEMESRAAN tanpa KASIH SAYANG, tiada CINTA tanpa AIR MATA, tiada DUKA tanpa SENGKETA, tiada RAHMAT tanpan IZIN-NYA”.
“Apalah arti budi kalau ingin dihargai, apalah arti pengorbanan kalau inginkan balasan, apalah arti sahabat sejati kalau tiada keikhlasan dihati”.
“Cantik wajah pada nur iman, cantik tubuh pada mulai akhlak, cantik lisan pada ikhlas bicara, cantik jiwa pada teguh taqwa, cantik ruh pada semuanya”.
“Persahabatan adalah anugrah – membuat kita tertawa – menangis – menerima – memberi – dan – yang paling penting – ia membuat kita – MENGHARGAI HIDUP”.
“Berkawanlah ibarat pohon, yang berakarkan kesetiaan, berbatangkan keikhlasan, berdahankan kejujuran, berantingkan kesefahaman dan berdaunkan kasih saying”.
“Senyum itu tanda kemesraan, diberi kepada manusia dianggap sedekah, KETAWA itu lambing kelalaian, selalu dilakukan hati akan mati, dibuat dihadapan manusia menghilangkan kehormatan diri”.
“INGATI bila sunyi, RINDUI bila jauh, FAHAMI bila keliru, NASEHATI bila khilaf dan MAAFKAN bila terluka. Alangkah indahnya UKHWAH bila segalanay karena DIA”.
“Mukmin itu jiwanya damai, tidak mudah terguncang. Ujian hidupnya baginya fitrah sebagai cobaan, didikan terus dari Allah sebagai tanda kasih saying dan penghapus dosa”.
“Sesungguhnya orang yang beramal dan berjuang tanpa didasari dengan ilmu, maka dia akan membuat lebih banyak kerusakan berbanding kebaikan”.
“Orang yang beriman selamanya cinta kepada Allah, semakin menebal keimanannya semakin mendalam perasaan cintanya. Jika sudah dilamun cinta, dimatanya sering terbayang akan apa yang dicintainya”.
“Jadilah seperti golongan Muttaqin yang setiap detik bibir basah dengan Asma Allah, hati jernih mengagung illahi, jiwa rindu bertemu rabbi, hidup dan mati dalam mahabattullah yang hakiki”.
“Karamkan dirimu dalam lautan zikir, rebahkan dirimu kedada sholay, tingkatkan diri dengan amalan sunat. Niscaya dirimu akan beroleh berkat dan rahmat”.
“Ketahuilah wahai sobat ! Bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. Perhiasan dan bermegah-megahan antara sesamamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya anak dan harta, seperti hujan (yang menyuburkan) tanaman-tanamannya, mengaggumkan para petani; kemudian tanaman itu kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur lebur dan diakhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaannya dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.
“Allah itu maha kuasa. Apa yang tidak kita sukai belum tentu buruk. Apa yang kita sukai belum tentu baik. Sebab allah itu maha tahu, bisa jadi dibalik yang tidak kita sukai tersimpan hikmah kebaikan bagi diri kita. Yang jelas saat ini perlu kita renungi dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dan kemana nanti kita setelah mati”.
“Untuk mengecapi manisnya surga Allah, kamu harus melalui jalan yang terhampar anak duri, janganlah gentar, pijaklah duri-duri itu, biarkanlah kakimu terluka karena Al-Firdaus itu menyajikan kebahagiaan dan kenikmatan yang kekal abadi”.
1 komentar:
aq suka tulisan yg ini,,,tp setiap tulisannya ikhwan selalu brmakna. teruslah menulis...
Posting Komentar